
Di antara ratusan varietas kurma yang tumbuh di muka bumi, ada satu jenis yang memegang takhta istimewa di hati para penikmatnya, khususnya di Indonesia dan Timur Tengah. Ia dijuluki sebagai “Ratu Kurma” (Queen of Dates) atau Kurma Raja. Ia adalah Kurma Sukari.
Berasal dari wilayah Al-Qassim, sebuah provinsi yang dikenal sebagai jantung perkebunan kurma terbesar di Arab Saudi, Sukari bukan sekadar buah biasa. Ia adalah simbol keramah-tamahan dan kemewahan rasa yang ditawarkan alam gurun kepada dunia.
Arti Nama: Sebuah Janji Rasa
Nama besar “Sukari” sendiri bukanlah sekadar label tanpa makna. Secara etimologi, kata ini berakar dari bahasa Arab ‘Sukkur’ (سكر) yang secara harfiah berarti “Gula”.
Penamaan ini adalah representasi paling jujur dari profil rasanya. Sukari menawarkan sensasi manis yang dominan, legit, dan memanjakan lidah layaknya permen alami. Jika varietas lain mungkin menawarkan rasa manis dengan sentuhan asam atau sepat, Sukari hadir dengan karakter rasa yang creamy dan milky. Tidak heran jika di tanah asalnya, ia dianggap sebagai lambang manisnya kenikmatan alam.
Karakteristik: Lumer di Mulut
Apa yang membuat Sukari begitu dicintai, terutama oleh masyarakat Indonesia? Jawabannya ada pada teksturnya. Kurma sukari dikenal dengan daging buahnya yang sangat lembut, tebal, dan memiliki sensasi melt-in-the-mouth (lumer di mulut).
Warnanya yang kuning keemasan (golden) hingga cokelat terang membuatnya tampak menggoda. Bagi kalangan lansia atau anak-anak yang mungkin kesulitan mengunyah kurma bertekstur liat seperti jenis nabi (Ajwa) atau kurma tangkai Tunisia, Sukari adalah pilihan yang sempurna karena kelembutannya.
Fenomena Mufattal: Antara ‘Rusak’ dan Kemewahan
Namun, ada sebuah fakta menarik – bahkan bisa disebut ironi – dalam preferensi konsumen antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya terkait jenis Sukari Mufattal (tipe kering).
Di pasar Indonesia, kita sering menemui Sukari tipe Rutab (basah) yang sangat lembut. Ketika konsumen Indonesia menemukan Sukari dengan tekstur yang agak keras, keriput, dan memiliki lapisan gula mengkristal di kulitnya (Mufattal), seringkali hal ini disalahartikan. Banyak yang menganggapnya sebagai kurma “rusak”, stok lama, atau kualitas rendah karena sudah tidak basah lagi.
Padahal faktanya, di Arab Saudi, Sukari Mufattal justru menempati kasta yang istimewa. Di sana, jenis ini seringkali dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan yang basah. Masyarakat lokal Saudi sangat menyukai sensasi crunchy (renyah) dari gula alami yang mengkristal di kulitnya, namun tetap merasakan lembut di bagian dalam. Bagi penikmat kurma sejati, Mufattal menawarkan pengalaman tekstur yang lebih kompleks dan daya simpan yang lebih tangguh. Jadi, jika Anda menemukan Sukari yang agak garing, itu bukan rusak, melainkan varian premium yang disukai para Syaikh di Arab.
Sumber Energi dan Nutrisi
Di balik rasanya yang manis memikat, Sukari adalah powerhouse nutrisi. Kandungan gula alaminya (glukosa dan fruktosa) menjadikannya sumber energi instan terbaik saat berbuka puasa atau sebelum berolahraga. Selain itu, ia kaya akan zat besi yang baik untuk penderita anemia, potasium untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta serat yang membantu pencernaan.
Tips Penyimpanan: Jangan Salah Langkah!
Karena kandungan air dan gulanya yang tinggi, terutama pada jenis basah (Ruthob), Sukari memiliki “musuh” utama: suhu ruang yang panas.
Jika dibiarkan terlalu lama di luar, Sukari sangat mudah mengalami fermentasi, yang ditandai dengan rasa yang berubah menjadi masam dan munculnya busa. Oleh karena itu, hukum menyimpan Sukari adalah wajib masuk kulkas (chiller) atau freezer. Dalam keadaan beku, Sukari tidak akan membatu, melainkan tetap kenyal dan justru terasa seperti es krim karamel yang lezat saat dimakan dingin.
Primadona Pasar Indonesia
Popularitas Sukari di Indonesia tidak terbantahkan lagi. Ia bukan sekadar kurma musiman, melainkan varietas best-seller yang mendominasi pasar kurma tanah air sepanjang tahun. Tingginya permintaan ini terlihat jelas di pusat-pusat distribusi utama.
Sebagai bukti nyata, di PASAR KURMA Jogja – salah satu pusat grosir kurma dan oleh oleh haji terkemuka di Yogyakarta – Sukari secara konsisten menjadi “tulang punggung” penjualan. Perputaran stoknya sangat cepat karena rasanya yang paling bisa diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Bagi para pedagang grosir maupun eceran, Sukari adalah varietas wajib yang harus selalu ada di etalase karena kepastian pasarnya yang sangat luas dan peminatnya yang setia.